Info seputar volume eksport tanaman pangan indonesia

1 min read

Kesatuan Republik Indonesia memiliki tanah yang subur. Seperti pepatah apa pun yang terhubung ke tanah negeri ini pasti akan tumbuh menghasilkan sesuatu. Untuk itu, Indonesia kaya akan sumber daya alam. Salah satunya adalah tanaman.

 

Selain memproduksi, Indonesia juga mengekspor hasil dari tanaman pangan ke berbagai negara. Tentu saja dengan volume ekspor berbeda. Tanaman yang diekspor juga sangat beragam, seperti jagung, kacang hijau, ubi jalar, dan sebagainya.

Lalu apa volume ekspor untuk setiap jenis tanaman pangan di Indonesia? Ini akan menjadi fokus pembahasan dalam artikel ini. Informasi tambahan pada saat yang sama untuk meningkatkan wawasan Anda juga.

 

tanaman pangan adalah tanaman yang dapat menghasilkan karbohidrat dan protein. tanaman ini melimpah di Indonesia. daerah penghasilnya tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

 

Baca juga : jasa sewa container untuk eksport

Menurut pusat data dan informasi Departemen Pertanian mengatakan bahwa tanaman jagung menjadi yang terbesar tanaman komoditas ekspor. Mulai dari 2014 hingga Juni 2019, volume ekspor menyumbang tanaman jagung sebesar 64,34% atau 562.600 ton, dengan nilai ekspor US $ 149.700.000 atau sekitar Rp. 2,09 triliun.

Selanjutnya, di posisi kedua adalah ekspor kacang hijau yang menyumbangkan volume ekspor 19,82% atau 173.300 ton dengan nilai ekspor sebesar US $ 171.600.000 atau Rp. 2,4 triliun. Setelah itu ada ubi jalar dengan volume ekspor 6,62% atau 57.900 ton dengan nilai ekspor US $ 50 juta atau sekitar Rp. 700 miliar.

Di urutan berikutnya disumbangkan volume ekspor kedelai sebesar 5,74% atau 50.200 ton dengan nilai ekspor US $ 27.700.000 atau Rp. 387.800.000.000. Maka total ekspor dari tujuh utama tanaman komoditas pangan di Indonesia selama tahun 2014 untuk Juni 2019 adalah 874.400 ton dengan nilai ekspor US $ 436.100.000 atau Rp. 6 triliun.

Nah, bagaimana Teman Eksportir? Sekarang yang tahu tidak apa volume ekspor tanaman pangan di Indonesia? Data di atas adalah periode sampai dengan Juni 2019, jumlah itu bisa meningkat atau sebaliknya.

Demikian pembahasan dalam artikel ini. Semoga informasi yang kami berikan dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda yang membacanya.