Sejarah Ultras Italia Dan Dunia, Vivere Ultras

1 min read

Ultras Italia – Hingga saat ini Italia bisa dikatakan merupakan basis dari suporter sepakbola yang terkenal akan kelompok-kelompok ultrasnya. Hampir setiap klub memiliki kelompok-kelompok ultras fanatik atau garis keras yang selalu hadir untuk memberikan dukungan pada tim favoritnya baik saat laga kandang maupun tandang.

Pada gambar di atas adalah foto gambar ultras italia saat pertandingan Milan vs Intermilan pada laga derby.

Menurut catatan sejarah ultras Italia diilhami dari aksi demontrasi-demontrasi yang dilakukan anak-anak muda pada saat era tahun 1960 yang disebabka oleh ketidakpastian situasi politik yang melanda negeri pizza tersebut. Sehingga, sebenarnya ultras ini adalah simpatisan politik dan representasi idiologi. Sehingga tiap ultras tentu memiliki basis idiologi dan aliran politik yang beragam. Hal ini bisa dilihat dengan masing-masing klub terkadang memiliki kelompok-kelompok ultras lebih dari satu.

Sejarah Ultras Italia

Kelompok ultras yang pertama kali berdiri adalah (Alm.) Fossa dei Leoni, salah satu kelompok ultras supoter AC Milan pada tahun 1968. Selanjutnya, selang setahun kemudian pendukung klub Internazionale Milan atau di sebut Inter Milan membuat kelompok tandingan yaitu Boysan S.A.N (Squadre d’Azione Nerazzura). Menariknya, fenomena ultras di Italia ini sempat surut dan muncul lagi untuk menginspirasi dengan aksi-aksi megahnya pada pertengahan tahun 1980-an.

Mayoritas, ketegangan antar suporter yang masih sering terjadi di Italia disebabkan oleh perbedaan pilihan idiologis daripada perbedaan klub yang didukungnya. Untungnya, dalam tradisi ultras di Italia terdapat beberapa kode etik yang di beri nama utras codex. Salah satu fungsi kode etik ini, untuk mengatur pertempuran antar ultras tersebut biar bisa berlangsung lebih fair dan berbudaya.

Salah satu etika itu adalah dalam hal bukti kemenangan. Bagi ultras yang kalah saat terjadi pertempuran, maka benderanya akan di ambil oleh kelompok ultras yang menang. Selain itu, seburuk apapun para tifosi atau suporter yang mengalami kekejaman dari kelompok ultras lainnya, maka tidak diperbolehkan memberikan laporan pada pihak kemanan atau pihak kepolisian. Hal ini menjadikan kelompok ultras di Italia menjadi rujukan atau referensi bagi supoter-suporter di negara lain, termasuk di Indonesia.

Baca juga : bikin baju seragam bisa desain ultras