Sejarah Gereja Kepanjen Surabaya

2 min read

gereja surabaya

Nah! Bercerita tentang gereja katolik masyarakat Surabaya khususnya Bergama katolik pasti sudah tidak asing lagi dengan nama gereja kepanjen. Gereja ini sendiri memiliki nama asli gereja katolik kelahiran santa perawan maria.

Gereja katolik ini merupakan gereja tertua di Surabaya dan bangunan ini juga berada di sebelah gedung SMA katolik frateran, sehingga tempat ini juga dijadikan tempat para siswa beribadah , gereja ini dibangun sebelum kemerdekaan Indonesia dimna gereja ini sudah berdiri sejak tahun 1899 dan gereja ini dirancang oleh arsitektur yang bernama w.westmaas yang berasal dari semarang, dan pembangunan gereja ini sendiri pun tidak memakan waktu yang lama, hanya dibutuh kan waktu satu tahun saja untuk menyelesaikan gereja ini, dan diresmikan pada tanggal 5 agustus 1900. anda yang dari malang dan ingin berkunjung ke lokasi ini bisa menggunakan jasa travel surabaya malang.

gereja surabaya

Namun meskipun cukup tua gereja ini bukanlah gereja yang tertua di Surabaya, sebab sebelum gereja katolik kelahiran santa perawan ini dibangun sebelumnya sudah ada gereja yang lebih dulu berdiri sejak tahun 1822. Gereja tertua dan menjadi gereja yang pertama di Surabaya ini memiliki arsitektur khas eropa.

Sejarah perkembangan gereja kepanjen, pada tahun 1923 perkembangan gereja kepanjen mulai dikelola oleh pastor congregation misionaris atau sering juga disingkat dengan nama cm.pastor congregation ini mulai meneruskan dan mengembangkan semua karya yang dibuat oleh misionaris sebelumnya, dan mulai pada saat itu gereja ini mulai meluas dan pada saat ini sudah berfungsi sebagai gereja keuskupan Surabaya sampai pada saat sekarang ini.

Dan pada saat itu ketika Indonesia sudah merdeka, bangunan gereja kepanjen ini sempat hancur , sebab pada waktu itu gereja kepanjen terkena serangan bom dan terbakar habis dan tidak bisa digunakan lagi sebagi tempat ibadah. Dan pada akhirnya gereja ini dilakukan renofasi disaat keadaan sudah membaik, dan proses renofasi inipun dilakukan sejak tahun 1949-1950 dengan dipimpin oleh paston P.A.bastianse CM.arsitek yang merancang gedeng gereja pada saat renovasi pada saat itu adalah henri estourgie.

Dalam renovasi tersebut, gereja kepnjen ini tetap mempertahankan arsitektur sebelum gereja ini hancur, hanya saja pada pembangunan tersebut tidak menguunakan manara, dan ada beberapa bagian seperti dikaca jendela dirancang dengan konsep polos, perubahan yang dilakukan dengan penambahan ruangan untuk tempat penyimpanan benda-benda suci. Sakaritis ini dibangun pada bagian kana dan kiri panti imam. Penambahan juga dilakukan digereja ini dengan membuat ruangan tempat pengakuan dosa yang terletak dibagian sayap kanan serta kiri.

Dan proses renovasi gereja kepanjen berikutnya dilakukan pada tahun 1960, dengan melakukan renovasi kecil penggantian jendela, dimana jendela pada awalnya hanya jendela polos dan diganti dengan kaca jendela karya jaques verheyen, dimana pada kaca yang baru ini dibuat dengan desain gambar karya bruder coendraad, ir. Ang koen le serta muljono wirjosastro.

Dan renovasi ketiga dilakukan pada tahun 1996 yaitu dilakukan renovasi pemasangan Menara dimana mana yang pernah ada dipasang disamping kiri dan kanan pintu masuk utama gereja dan kembali dibangun, dan setiap manara memiliki ketinggian 15 meter, ditambah dengan salib bertinggi 3,75 meter. Dan terdapat juga hiasan ayam jago yang memiliki ketinggian 3,50 meter, bahan yang digunakan untuk membuat salib dana yam menggunakan bahan dasar stainless steel.

Prestasi yang sudah didapatkan gereja kepanjen ini sebagai salah satu bangunan yang dibangun pada masa penjajahan, dan bangunan gereja ini dinyatakan geraja yang harus dilindungi hal I I sesuai dengan SK walikota Surabaya Np.188//45/004/402.1.04.1998, mengenai penetapan geraja ini sebagai salah satu bangunan cagar budaya

Gereja ini terletak dijalan kepanjen No.4-6 kelurahan kerembangan selatan, kecamatan kerembangan, kota Surabaya, provinsi jawa timir. Lokasi gereja ini ada dibelakang SMA katolik frateran.

malangsurabaya.com