Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Si Kecil

1 min read

Beberapa waktu lalu, Brawijaya Women & Children Hospital bekerja sama dengan Mothercare menyelenggarakan talkshow bertema “Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Si Kecil Melalui Kedekatan Emosional yang Dapat Meningkatkan Kecerdasan Intelektual.” Acara diselenggarakan di Auditorium Lt. 2 Brawijaya Women & Children Hospital, menghadirkan pembicara dr. Attila Dewanti, SpA(K) dan Rika Ermasari, S.Psi., CH, CHt. Sebagai pembicara pertama, Rika menyampaikan, mengoptimalkan tumbuh kembang dapat dilakukan sejak si kecil masih dalam kandungan. “Stimulasi dapat dilakukan sejak janin berusia 6 bulan karena janin sudah bisa merasakan.

Stimulasi yang bisa dilakukan, antara lain stimulasi audio yang dapat merangsang perkembangan kognitif dan emosional anak,” demikian kata Rika. Tak lupa Rika mengingatkan, sebaiknya Mama juga mencermati emosinya sepanjang kehamilan. Sebab, perasaan bahagia maupun perasaan sedih dari si ibu dapat dirasakan oleh janin. Untuk itu, Mama disarankan menjaga mood-nya karena akan berpengaruh pada perkembangan emosional bayi. Sesi berikutnya, giliran dokter Attila yang mengatakan, tumbuh kembang otak bayi dimulai trimester III kehamilan sampai anak usia 3 tahun.

Perkembangan otak bayi dipengaruhi oleh tiga faktor yakni: genetik, nutrisi, dan lingkungan. “Untuk itu, penting bagi orangtua menjalin kedekatan emosional dengan anak karena terbukti dapat meningkatkan kecerdasan intelektual anak di masa depannya. Lagi pula, dengan adanya kedekatan emosional, orangtua akan lebih mudah mengarahkan dan mendidik anak,” jelas Attila. Di akhir acara, ada demonstrasi teknik relaksasi yang merupakan salah satu teknik pengendalian emosi pada ibu atau orangtua. Teknik relaksasi tersebut bisa dipergunakan selama kehamilan untuk menjaga kondisi emosional ibu.

Mengolah Susu Kedelai

Penyakit-penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetes, kanker khususnya kanker payudara bagi wanita, kini cukup memprihatinkan. Penyakit ini menyerang tak memandang usia, baik usia muda dan lanjut usia. Selain adanya faktor usia dan genetis, juga dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat. Kebiasaan buruk dalam mengonsumsi makanan seperti berlemak tinggi, berbahan pengawet, makanan siap saji, soft drink berlebih menjadi alasan kuat penyebab munculnya penyakit berbahaya tersebut.

Berdasarkan penelitian, penderita kanker payudara di Asia hanya ¼-nya dari penderita di USA. Ini terkait dengan kebiasaan masyarakat Asia, khususnya Asia Timur, seperti Cina, Korea, Taiwan, dan Jepang yang mengonsumsi susu kedelai serta olahannya dalam menu sehari-hari. Susu kacang kedelai berbahan murni kacang kedelai memiliki banyak nutrisi. Pengolahan kacang kedelai yang tepat akan mendapatkan nutrisi tinggi sehingga bermanfaat bagi kesehatan. Untuk itulah, Dimarco, perusahaan direct selling terkemuka di Indonesia, belum lama ini meluncurkan sebuah produk pengolah susu kedelai. Produk ini diberi nama Joyoung Healthy Soy Factory. Keunggulan pengolahan dengan Joyoung hasilnya lebih kental, lezat, dan bernutrisi tinggi. Selain itu, Joyoung juga multifungsi karena dapat menghasilkan jenis olahan lain seperti selai, sup, jus, mayones, dan bubur.

Simak wawasan lainnya di portal gaya hidup yang bisa diakses melalui internet kapan saja dan dimana saja.