Mencoba Menemukan Pelanginya Malang Di Coban Pelangi

2 min read

Kalian yang pernah berkunjung ke gunung bromo atau gunung semeru pasti kalian tidak asing dengan Coban pelangi,tepat berada di poncokusumo,sekitar 2 km dari desa Gubuklakah yang merupakan salah satu pintu masuk menuju kawasan gunung bromo dan semeru, nah….siapa ni yang udah ke gunung bromo tapi nggak mampir ke coban pelangi? kalian rugi banget dah kalo gak mampir ke coban pelangi.

Buat kalian yang berada di kota malang dan mau berkunjung ke coban pelangi, bisa langsung menuju ke wilayah Tumpang, diteruskan ke arah Desa Gubug Klakah, tapi kalau kalian gak mau repot bisa kok pakek jasa travel agent yang ada di kota Malang,dan buat kalian mau datang ke coban pelangi saya sarankan untuk memakai sendal atau sepatu yang tidak licin karna kalian akan melewati Jalur menurun dengan bebatuan serta tanah untuk sampai di lokasi air terjun. dan datanglah pada pagi hari di saat cuaca sedang tidak hujan agar jalan yang kamu lalui lebih mudah. Ada jasa travel malang surabaya yg bisa anda pesan buat pergi ke tempat ini.

Kali ini saya akan berbagi pengalaman saat berkunjung ke coban pelangi, waktu itu Saya mengunjungi Coban Pelangi di sore hari dan kebetulan saat itu cuaca agak gerimis sehingga jalan yang saya lalui agak basah dan sangat licin, beberapa Traveler terlihat terpeleset. Dan Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk bisa sampai di air terjun. Kalau kalian mau datang ke coban pelangi kalian harus menempuh perjalanan sekitar 1 kilometer dari pintu masuk untuk bisa melihat langsung Fenomena Coba Pelangi. Meski kalian harus berjalan kaki cukup jauh, kalian tidak perlu khawatir untuk haus dan lapar karena di sepanjang jalan menuju lokasi air terjun terdapat banyak warung yang bisa kamu singgahi untuk sekedar minum dan melepas lelah.Saya juga sempat mampir di salah satu warung yang ada di sepanjang jalan dan harganya juga cukup murah.

Setelah jalan beberapa menit dalam perjalanan saya menemukan sebuah jembatan yang terbuat dari bambu dan itu menjadi akses satu-satunya untuk bisa sampai ke coban pelangi, tapi aman kok walau pun itu hanya sekedar jembatan yang terbuat dari bambu,dan sama seperti kebanyakan orang saya pun langsung mengabadikan moment yang entah kapan lagi sayaakan ke sana lagi,setelah berfoto saya pun melanjutkan perjalanan dan Sampainya di lokasi saya hanya bisa melihat keindahan Coban Pelangi dari jarak yang tidak terlalu dekat karena airnya sangat deras dan cukup berbahaya.

menurut warga sekitar sana Coban Pelangi ini terkenal dengan fenomena alam nya yang unik yaitu munculnya pelangi di antara air terjun konon itu sangat indah, tapi Sayang sekali pelangi tidak muncul ketika saya berkunjung kesana karena cuaca faktor cuaca yang agak gerimis.tapi itu tergantikan dengan derasnya aliran air yang jatuh dari puncak air terjun yang tingg, itu cukup membuat saya terpesona dengan coban pelangi walupun gak dapet lihat pelanginya,kalau kalian mau dateng ke sana usahakan dateng pas nggak ujan biar kalian bisa lihat pelangi yang ada di coban pelangi, iyaaa aku lupa kasih tau kalian untuk harga tiketnya,tiket masuk ke coban pelangi terbilang masih sangat murah hanya Rp6.000 untuk dan parkir motor Rp 5.000 dan Rp 10.000 untuk mobil

selain menikmati air terjun di sana kalian juga bisa camping karna di sana ada area yang di sediakan oleh pihak pengelola,kalau gak salah luas dari area camping tersebut ±8000 meter dan letaknya pun tidak terlalu jauh dari coban pelangi,kalian hanya akan di kenakan tarip Rp 10.000 untuk bisa bermalam di sana tapi itu belum termasuk peralatan campingnya,pas banget nih buat kalian yang seneng menyatu dengan alam,bisa ngecam di deket air terjun yang indah di balut dengan suara burung,tapi ingat selalu ingat jaga alam ini jangan buang sampah sembarangan.

jadi kapan kalian berkunjung ke sana atau sekalian langsung ngecam di sana apalagi dengan memakai travel malang surabaya, Saya yakin kalian pun akan terpesona dengan keindahan Coban Pelangi,apalagi datangnya pas cuaca lagi cerah di jamin makin mantep dah pengalaman yang akan kalian dapet.