Masjid Laksamana Cheng Ho Palembang Yang Unik

2 min read

Masjid Laksamana Cheng Ho Palembang didirikan oleh Asosiasi Muslim Tionghoa Indonesia. Masjid ini terletak di perumahan Amen Mulia, Jakabaring, Palembang, merupakan salah satu Masjid Cheng Ho di Indonesia. Memang masjid Laksamana Cheng Ho tidak hanya satu, melainkan ada di bebera daerah di Indonesia salah satunya di Palembang.

Tidak seperti Masjid Cheng Ho lainnya, masjid ini memiliki ukuran yang lebih besar sehingga masjid ini adalah masjid Laksamana Cheng Ho terbesar di Indonesia. Masjid ini tidak hanya digunakan untuk ibadah saja, tetapi masjid telah menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dari dalam negeri dan luar negeri sebagaian wisatawan dari Malaysia, Singapura, Taiwan dan bahkan Rusia.

Peletakan batu fondasi Masjid Cheng Ho Palembang adalah pada September 2005 dan digunakan pada Jumat, Agustus 22, 2008 dengan mengadakan shalat Jumat berjamaah dengan sekitar 1.500 peziarah dari berbagai kelompok etnis Palembang dan daerah.

Masjid Laksamana Cheng Ho Palembang berukuran 25 x 25 meter yang terletak di plot 5000 meter persegi. Cheng Ho Masjid Palembang tidak hanya bangunan utama masjid, tetapi ada bangunan lain yang jamur seperti rumah imam masjid, pendidikan Quran untuk anak-anak gratis, DKM Kantor, Perpustakaan masjid, ruang serba guna. Pembangunan masjid dan beberapa fasilitas ini telah menghabiskan Rp 4 miliar.

Arsitektur masjid adalah campuran dari beberapa unsur budaya. Tapi ini masih merupakan unsur dominan dari arsitektur Cina. Masjid ini memiliki dua menara seperti pagoda dengan merah khas dan hijau, yang sering digunakan dalam arsitektur Cina. Setiap tower memiliki nama, menara dan habluminannas habluminallah gilirannya. twin towers Cheng Ho Masjid Palembang memiliki ketinggian 17 meter. Menara tinggi melambangkan jumlah doa rokaat 5 kali sehari. Kemudian 5 tingkat yang melambangkan jumlah shalat wajib lima kali sehari. Di bagian bawah fungsi menara sebagai tempat wudhu dengan ukuran 4 x 4 meter.

Masjid Cheng Ho memiliki tiga pintu untuk memasuki halaman masjid. Di sebelah timur, pintu utama dan dua pintu lainnya di sisi barat dan utara masjid. Di gerbang barat, peziarah akan melihat gapura dengan campuran gaya arsitektur dari Cina dan Palembang. pintu warna merah dipanggang bumi, kuning keemasan, dan hijau. Sementara pintu atau pintu sebagai pintu pagoda. atap lengkung memiliki campuran budaya atap atap tradisional Palembang piramida dengan warna kuning keemasan.

Kubah utama masjid adalah hijau dengan gaya Timur Tengah. Masjid ini memiliki dua lantai. Pada saat jam masjid digital jadwal sholat tiba, lantai pertama digunakan oleh jamaah laki-laki dan lantai dua untuk digunakan oleh jamaah wanita. Sementara masjid memiliki kapasitas sekitar 600 orang. Masjid ini memiliki tiga pintu utama di bagian timur utara dan selatan, sebelah timur tidak melengkung tapi datar. Unsur Cina sangat kuat pada daun pintu dicat dengan ubin hijau sebagai ventilasi. Hal ini mirip dengan pintu depan dalam koridor istana kerajaan Cina kuno.

Delapan pilar utama masjid warna delapan pilar utama masjid dikombinasikan dengan dinding krim dan langit-langit putih dengan semua hiasan dinding mengellingi kaligrafi dari ruang utama masjid. Apa yang membuatnya serius, karena di aula utama masjid adalah tidak ada suara terdengar di luar masjid, bahkan jika ada kendaraan yang lewat di luar masjid.

Palembang memiliki ikatan dengan Laksamana Cheng Ho karena Laksamana Cheng Ho pernah datang 4 kali di Palembang. Laksamana Cheng Ho juga memiliki peran untuk penyebaran Islam di wilayah pesisir Palembang. Laksamana Cheng Ho juga menciptakan komunitas Cina Muslim di era Sriwijaya Palembang. Sementara link untuk cerita ini, didirikan Masjid Ho Cheng ketiga di Palembang.

Masjid Cheng Ho terletak di Masjid Ulu 15, Seberang Ulu I, Palembang, Sumatera Selatan. Lokasi tempat wisata religi terletak di kompleks Jakabaring Amin Mulia perumahan.
Masjid fungsi

Fungsi utama dari masjid ini adalah tempat ibadah untuk berdoa 5 kali, tablik akbar, Studi Islam, dan berbagai kegiatan Islam lainnya. Lalu ada fungsi berikutnya, yaitu sebagai tempat wisata religi di Kota Palembang yang menawarkan arsitektur yang unik dari masjid untuk membangun arsitektur khas Cina.