Ekonomi Digital Indonesia: Tanda Bangkitnya Perekonomian Tanah Air

1 min read

economi digital indonesia

Peningkatan jumlah pengguna internet ternyata berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi digital Indonesia. Dalam 5 tahun terakhir saja, pertumbuhannya telah mencapai 12 persen dari sebelumnya.

Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia

Hal ini sejalan pula dengan misi Indonesia dalam jangka panjang, yakni The Energy of Asia. Pemerintah sendiri melihat adanya pasar potensial dari kalangan masyarakat tanah air. Dari data diketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mengalami penurunan di triwulan I 2016. Pada saat itu, persentasenya hanya mencapai 4,92 persen saja.

Meskipun demikian, ekonomi Indonesia tetap mengalami peningkatan dari triwulan I 2015. Lambannya pertumbuhan ekonomi tetap memunculkan spekulasi positif ke depannya. Optimistis menghadapi persaingan global pun terbuka lebar di depan mata.

Dengan jumlah pengguna internet yang meningkat dari tahun ke tahun, ternyata membuka peluang usaha baru. Pasar digital perlahan-lahan muncul ke permukaan. Tren belanja online rupanya menjadi salah satu pemicu utama pesatnya perdagangan digital. Ini ditandai pula dengan bermunculannya beberapa e-commerce lokal, seperti Blibli, Bukalapak, Gojek, hingga Traveloka.

Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital diharapkan mampu mengatasi tantangan pembangunan di masa mendatang. Setidaknya, Indonesia tak lagi bergantung penuh pada revolusi industri, pertanian, maupun perminyakan.

Sayangnya, pemerintah tetap menghadapi berbagai tantangan serius ke depannya. Adapun beberapa hambatan yang diprediksi bakal terjadi terkait dengan sistem perpajakan, perlindungan konsumen, pengiriman barang, dan keamanan siber.

Arus Internet Penunjang Ekonomi Digital Indonesia

economi digital indonesia

Arus informasi berbasis internet memang dirasa rentan terhadap kejahatan siber. Konsumen perlu jaminan keamanan yang pasti untuk merasa nyaman saat berbelanja. Pasalnya, kesempatan pembobol mencuri data konsumen masih terbuka lebar.

Pemerintah tentu harus lebih serius menyelesaikan hambatan ekonomi digital Indonesia di tahun mendatang. Begitu pula hambatan lainnya yang berhubungan erat dengan sistem perpajakan tanah air.

Sampai saat ini, belum ada satu pun regulasi yang jelas tentang pajak ekonomi digital. Sejumlah pakar memprediksi bahwa pemerintah akan mengalami kerugian cukup besar. Jika regulasi perpajakan tak kunjung diperhatikan, maka potensi ekonomi digital takkan optimal. Masalah ini sebenarnya sempat muncul ke permukaan di tahun 2016.

Baca Juga: Nike Free Run: Mengapa Pasar Jepang Memberontak Terhadap Sepatu Formal

Pada saat itu, kemunculan taksi online sempat membuat resah para supir taksi konvensional. Demo besar-besaran terjadi guna menuntut pemerintah mengambil langkah tepat. Taksi konvensional menilai kehadiran taksi online justru merusak kondisi perekonomian.

Hal ini disebabkan oleh penetapan tarif taksi online yang jauh lebih murah daripada taksi konvensional. Di satu sisi, konsumen tentu diuntungkan dengan hadirnya korporasi taksi konvensional.

Namun taksi konvensionallah yang harus menanggung imbas dari hal tersebut. Kasus ini membuktikan masih lemahnya turut campur pemerintah dalam persoalan regulasi. Pemerintah belum mengambil upaya tegas terkait tatanan ekonomi yang melibatkan pasar digital. Seyogyanya teknologi digital mampu menyelesaikan masalah, bukan sebaliknya.

Seperti yang kita tahu, ekonomi konvesional masih terhitung penyerap sumber daya manusia tertinggi. Bila ekonomi digital menggantikan tanpa regulasi yang jelas, tentu ekonomi konvensional akan tergerus oleh waktu. Masalah baru justru akan muncul ke permukaan, seperti bertambahnya angka pengangguran setiap tahun.

Sejauh ini, pemerintah telah bekerjasama dengan Alibaba Group untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya memasarkan produk UKM melalui grup dagang besar tersebut. Upaya lain yang masih dipertimbangkan adalah penyusunan roadmap ekonomi.

Ini akan membahas beberapa hambatan yang telah disebutkan sebelumnya, termasuk perihal keamanan siber. Keputusan pemerintah akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dan tren belanja masyarakat ke depannya.