Contoh teks eksplanasi tentang lingkungan

2 min read

Contoh teks eksplanasi – Bagi sebagian orang, teks eksplanasi sebenarnya adalah istilah yang tidak dikenal. Tetapi bagi sebagian orang itu akan cukup akrab dengan istilah itu. Teks eksplanasi yang sama ditemukan cukup sering dalam kurikulum 13, yang merupakan jenis kurikulum terbaru di dunia pendidikan.

Setelah dilansir dari https://rumusrumus.com/contoh-teks-eksplanasi/ teks eksplanasi itu sendiri dipelajari di tingkat sekolah menengah di 7 mata pelajaran Indonesia. Ada banyak orang yang tertarik pada jenis teks ini karena masih relatif baru dan jarang dikenal. Selanjutnya, referensi atau sumber referensi untuk jenis teks ini masih sangat jarang.

Pada kenyataannya, jenis teks ini agak menarik untuk dibahas secara mendalam. Oleh karena itu, untuk siswa atau siswa yang sangat menyukai kegiatan menulis dan membaca, Anda harus belajar lebih banyak tentang teks ini.

Sekarang, untuk memudahkan Anda dalam mempelajari teks-teks eksplanasi pada kesempatan ini teks-teks eksplanasi akan diperiksa secara rinci bersama dengan contoh-contoh lengkap. Diharapkan setelah membaca artikel ini, Anda akan semakin mengerti dan dapat membuat teks eksplanasi Anda sendiri.

Contoh teks eksplanasi tentang lingkungan

(Pernyataan umum)
Sampah adalah perwujudan benda yang tidak memiliki nilai guna, mengganggu dan berbahaya, umumnya sampah dapat berasal dari limbah yang diproduksi, dikonsumsi, digunakan, dan sebagainya. Menurut klasifikasinya, sapah dapat dibagi menjadi dua jenis: sampah organik dan non-organik.

(Urutan sebab dan akibat)
Sampah organik adalah jenis sampah yang dapat terurai oleh bakteri dan mikroba yang memburuk. Contoh sampah organik yang dapat ditemukan di sekitar kita adalah daun kering, bangkai hewan, buah, sisa makanan, sayuran dan banyak lainnya. Karena dapat dipecah oleh bakteri, limbah organik diklasifikasikan sebagai limbah ekologis. Selain itu, sampah organik juga dapat digunakan kembali dengan proses tertentu seperti limbah daun kering yang dapat diproses dan diubah menjadi kompos yang dapat menyuburkan tanah. Sedangkan limbah non-organik adalah jenis limbah yang tidak dapat dipecah oleh mikroba dan bakteri dari kerusakan. Tidak seperti sampah organik, jenis limbah ini diklasifikasikan sebagai limbah non-ekologis.

Contoh limbah non-organik yang bisa kita temukan di sekitar kita adalah kertas, kaleng, botol mineral bekas, limbah plastik, besi, aluminium dan sebagainya. Meskipun tidak tampak ekologis, limbah non-organik juga dapat digunakan melalui proses daur ulang. Misalnya, kaleng minuman dapat digunakan kembali sebagai pot bunga, kaleng susu dapat digunakan sebagai tempat pensil dan permen karet dan banyak bentuk daur ulang lainnya.

Meski terlihat kecil, namun pada dasarnya pemborosan adalah masalah besar yang tidak boleh diremehkan. Jika sampah yang terjadi dari waktu ke waktu akan menumpuk dalam jumlah besar. Hal ini tentu saja dapat mengganggu kesehatan, kecantikan dan kesejahteraan yang ada di lingkungan sekitar masyarakat. Dampak negatif yang berasal dari akumulasi sampah dapat dipastikan pada polusi atmosfer tertentu, timbulnya penyakit diare, demam berdarah, muntah, yang menyebabkan banjir. Selanjutnya, jika ada sampah organik yang membusuk dalam jumlah besar, maka akan menimbulkan polusi udara dalam bentuk bau yang tidak sedap. Tidak hanya itu, di tempat sampah itu juga bisa mengandung bakteri yang berbahaya bagi tubuh kita.

Penyakit paling berbahaya yang bisa ditimbulkan dari tumpukan sampah adalah demam berdarah (DBD). umumnya itu membantu nyamuk untuk bersarang dan bereproduksi di tempat yang kotor dan lembab seperti tempat sampah. Tidak hanya itu, sampah yang terakumulasi juga dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit, diare dan masalah pernapasan. Jika ada tumpukan sampah di sungai itu akan semakin berbahaya karena dapat mengancam keselamatan banyak orang. Sampah yang mengisi sungai dapat menyebabkan sungai dibungkam, mengganggu aliran air untuk menghalangi pipa pembuangan atau parit. Jika ada hujan lebat, hal semacam ini dapat menyebabkan banjir. Banjir yang terjadi umumnya bersumber dari masalah sampah. jika banjir telah terjadi, tidak ada keraguan bahwa masyarakat akan menderita kerugian materi.

(Interpretasi)
Sampah benar-benar menyebabkan banyak dampak negatif dalam kehidupan manusia. Dalam beberapa kasus di beberapa negara dan kota, masalah limbah adalah masalah yang sulit dipecahkan dan diatasi. Alasannya adalah bahwa tanggung jawab atas masalah sampah yang terjadi umumnya ditanggung oleh pemerintah. Bahkan, untuk mengatasi masalah ini, perlu memiliki kesadaran diri semua anggota masyarakat untuk menjaga kebersihan dan ketertiban dalam hal pembuangan limbah. Pemerintah juga harus memberi nasihat tentang pentingnya melindungi lingkungan dengan mengorganisir layanan bersama, seminar di daerah desa dan sebagainya. Intinya adalah bahwa jika setiap elemen masyarakat memiliki kesadaran diri dan mampu menjaga kebersihan lingkungan, maka masalah limbah dapat diatasi. Menciptakan lingkungan yang bersih dari limbah sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat.

Sumber : https://rumusrumus.com/

BERBAGAI VENDOR MOTHERBOARD SIAP MENYAMBUT AMD RZYEN 3RD GEN

Prosessor terbaru dari AMD ini menawarkan beberapa feature yang menarik diantaranya dukungan kecepatan memory default 3200 MHz dan dukungan PCIe Gen 4. Dengan dukungan...
Provey
1 min read

Game HD Perang atau Battle Online

Bagi anda para pecinta dan pemain game atau para gamer, kini ada game HD perang atau Battle yang bisa anda mainkan secara online. Beberapa...
Provey
1 min read