10 Oleh-oleh Khas Jogja yang Paling Terkenal

2 min read

Jalan-jalan di Yogyakarta memang mengasyikkan. Kunjungi berbagai tempat wisata di Yogyakarta untuk memuaskan lidah dan perut dengan masakan tradisional Yogyakarta yang sangat lezat. Sudah saatnya pulang kamu pasti tidak ingin kenangan di Yogyakarta hilang. Salah satu hal yang bisa Anda bawa pulang untuk kenang-kenangan waktu Anda di Yogyakarta adalah oleh-oleh khas Kota pelajar ini.

Berikut adalah 10 suvenir khas Yogyakarta, yang dapat Anda bawa pulang:

1. Bakpia

Bakpia adalah kue yang terbuat dari isi tepung kacang hijau dan dimasak dengan dipanggang.  Saat ini bakpia sudang banyak jenisnya, Anda bisa membeli rasa durian bakpia, cokelat, keju, kumbu hitam dan berbagai rasa lainnya. Bakpia sendiri bisa diliput kawasan Jalan Malioboro, Beringharjo dan berbagai pusat oleh-oleh yang tersebar di Yogyakarta. Anda bisa menuju ketempat wisata dengan menggunakan kendaraan umum atau rental mobil jika ingin pergi berkelompok

2. Yanko

Yangko sangat mirip dengan kue moci, makanan ringan yang terbuat dari tepung beras ketan memiliki tekstur kenyal, mengandung kacang cincang dan manis. Yangko memiliki penampilan yang sangat menarik karena berbagai warna. Satu otak yangko biasanya mengandung 30 buah dengan berbagai rasa.

3. Geplak

Geplak yang terbuat dari daging kelapa diiris tipis-tipis dan dimasak dengan campuran gula. Saat ini geplak sudah dimodifikasi begitu banyak rasa yang bisa Anda coba. Geplak identik dengan rasa yang sangat manis.

4. Gudeg

Gudeg ada dua macam, yaitu hangat basah dan hangat kering. Jika Anda ingin dibawa pulang yang satu ini saya sarankan Anda membeli kering hangat, stimulasi hangat kering itu sendiri lebih tahan lama daripada hangat basah. Kering hangat bisa bertahan hingga 3 hari.

Salah satu penjual gudeg Yu Djum terletak di jalan Kaliurang Yogyakarta 5. Di sini Anda bisa makan tempat hangat atau ingin memesan buku untuk dibawa pulang.

5. Brown monggo

Cokelat dibuat dari biji monggo yang didapatka pilihan Jawa, Sumatra, dan Sulawesi itu sendiri. Bagi pemilik monggo cokelat sendiri berasal dari Belgia. Meski pemiliknya warga asing, brown monggo di dalamnya tetap membawa unsur Jawa. Ini terlihat dari kemasan cokelat yang menampilkan gambar boneka.

Anda bisa datang ke Jalan Dalem KG III / 978, kotagede. Di sini, selain membeli cokelat Anda juga bisa melihat proses pembuatan cokelat dari dapur yang hanya disegel dinding kaca.

6. Salak pondoh

Pondoh memiliki daging kering dan terasa manis segar. Setelah mencicipi Anda akan menambahkan lebih banyak dan menggonggong tidak pantas untuk Anda bawa pulang.

Menariknya, ada satu tempat agrowisata pondoh di Kampung Gandung, Bangunkerto, Sleman. Seluas 27 hektar memiliki salak yang dilengkapi dengan taman bermain anak-anak, kolam renang dan kolam pemancingan.

Selain bisa membeli salak di kawasan agrowisata, Anda dapat dengan mudah menemukan pondoh di kios-kios buah di sepanjang jalan-jalan kota.

7. Batik

Batik tidak bisa dihapus begitu saja dari Yogyakarta. Batik juga selalu masuk dalam daftar oleh-oleh yang harus dibeli oleh wisatawan yang datang ke kota ini. Batik tidak hanya berupa kain dan pakaian. Kreativitas warga Yogyakarta membuat batik bisa diaplikasikan dalam berbagai bentuk, yaitu tas tangan, selendang dan sandal.

Tempat itu bisa dikunjungi untuk berburu kursus membatik daerah Jalan Malioboro dan Beringharjo. Selain dua tempat populer ini, Anda bisa mengunjungi desa Karebet yang bepergian memproduksi batik desa.

Karebet Di desa, Anda dapat melihat batik tidak hanya di pakaian dan tas. Di sini, batik terlihat lebih menarik karena diaplikasikan pada kayu dalam bentuk topeng, gelang dan lain-lain.

8. Kerajinan Perak

Perak menjadi semacam oleh-oleh khas Jogja lain yang wajib Anda beli. Untuk mendapatkan perak, silakan datang ke Kotagede, 5 km dari pusat kota, yang dikenal sebagai pusat penghasil perak sejak zaman kerajaan Mataram.

Di kota, Anda dapat mengunjungi ruang pamer perak atau datang langsung ke rumah pengrajin. Bentuk perak di sini beragam mulai dari perhiasan hingga hiasan dinding / meja. Kualitas tidak diragukan lagi. Perak telah ada di sini banyak yang dikirim ke luar negeri sejak zaman Belanda.

9. Gerabah Kasongan

Gerabah Kasongan adalah oleh-oleh lain yang tidak boleh Anda lewatkan. Jika sebelumnya pernah berburu kerajinan perak, saatnya berburu kerajinan tanah liat di Kasongan.

Gerabah khas Kasongan secara luas diyakini memiliki kualitas yang baik. Tembikar bisa Anda temui dalam berbagai bentuk mulai dari toples, vas, lampu hias hingga asbak. Di sini, Anda juga bisa melihat proses pembuatan tembikar dari formasi tanah liat hingga pembakaran dan pewarnaan.

10. Dagadu Kaos

Satu lagi yang harus Anda bawa pulang dari Yogyakarta adalah baju Dagadu. Kaos ini identik dengan parodi lucu Yogyakarta yang dijamin membuat Anda tertawa. Dagadu sendiri berasal dari Yogyakarta walikan atau gaul, yang berarti ‘mata’. Ini semakin terlihat dalam bentuk logo T-shirt eye.

Sampai di titik pembelian, Anda dapat menemukan baju ini di Mall Malioboro, Ambarukmo Pakuningratan Plaza dan di area yang merupakan lokasi pabrik berada. Saat ini ada banyak kaos Abal Abal (palsu) yang mencatut nama Dagadu.

Pulau samalona dan kodingarenkeke , surga di tanah makassar

Makassar yang dulu memiliki sebutan Ujung Pandang ini merupakan kota di Sulawesi Selatan. Kota ini memiliki banyak ‘surga tersembunyi’ yang ciamik banget, khususnya dalam...
Provey
1 min read